Tentang BPPI
Badan Pelestarian Pusaka Indonesia adalah suatu organisasi masyarakat yang bertujuan untuk memperkuat dan membantu Pelestarian Pusaka Indonesia. Indonesia mempunyai budaya yang kaya dan beragam. dengan 700 kelompok etnik, masing-masing dengan bahasa, kearifan lokal, dan tradisinya. Sebagai negara kepulauan Indonesia mempunyai lebih dari 17.000 pulau dengan beragam flora dan faunanya serta kekayaan sumber daya alamnya. Banyak dari pusaka alam dan budaya yang tak ternilai hilang, rusak, atau terancam karena ketidak pedulian dan salah urus. BPPI akan bekerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk memperkuat sistem pelestarian, serta membantu menyelamatkan dan memelihara aset yang tak ternilai tersebut.
BPPI didirikan pada tanggal 17 Agustus 2004 oleh para anggota Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia, para profesional, kalangan perguruan tinggi, tokoh komunitas, dan mereka yang peduli pada pelestarian pusaka. Peresmian pembentukannya disaksikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, pejabat berbagai departemen, lembaga swadaya masyarakat, dan media.
Program utama BPPI adalah:
- menyiapkan dan menyampaikan masukan untuk kebijakan, strategi, program, panduan, dan mekanisme pelestarian pusaka di Indonesia.
- membantu pengembangan kapasitas dalam pelestarian pusaka, dan membangun gerakan pelestarian bersama instansi, komunitas, dan dunia usaha melalui pendidikan, pelatihan, lokakarya, seminar, pengembangan basis data dan web-site, publikasi, promosi, dan pendampingan.
- mengembangkan sistem pendanaan untuk pelestarian pusaka Indonesia melalui kerjasama dengan lembaga nasional dan internasional, mengusulkan insentif dan peringanan pajak dari pemerintah, serta bekerja bersama dengan komunitas dan dunia usaha.
Anggota BPPI adalah perorangan dan organisasi dari beragam disiplin seperti: arsitektur, perencanaan kota, lingkungan hidup, arkeologi, sosiologi, antropologi, ekonomi, hukum, sejarah, sastra dan sebagainya. Meskipun BPPI baru didirikan beberapa bulan yang lalu, tetapi perorangan dan organisasi anggotanya di berbagai daerah telah lama aktif dalam advokasi dan kerja nyata pelestarian di lapangan bersama komunitas. instansi, dan dunia usaha.
Pada puncak organisasi terdapat Majelis Pelestarian yang mewakili komunitas pelestarian di berbagai daerah, dan bertugas untuk mengawasi organisasi agar berjalan sesuai dengan tujuan dan cara yang disepakati. Dewan Pimpinan (Board of Trustees) menetapkan kebijakan dan strategi, serta bertanggungjawab atas pengambilan keputusan penting dalam organisasi.
Dewan Pimpinan membawahi Badan Pelaksana yang melaksanakan kegiatan operasional. Badan Pelaksana dikoordinasikan oleh seorang Direktur Eksekutif yang dibantu oleh beberapa manajer untuk bidang-bidang yaitu: manajer untuk pelestarian alam, manajer untuk pelestarian bangunan/kawasan/tangible Culture, serta manajer untuk pelestarian intangible culture. Disamping itu ada pula manajer untuk sistem pendukung yaitu manajer untuk penelitian dan pengembangan, manajer untuk pemberdayaan, dan manajer untuk pengembangan sistem informasi & publikasi. Badan Pelaksana mempunyai Sekretaris Umum yang mengelola seluruh kegiatan administrasi dan Bendahara yang mengelola keuangan organisasi.
BPPI mempunyai Dewan Penasehat yang memberi saran/masukan kepada Dewan Pimpinan, dan Badan Pelaksana. Para manajer bidang dan sistem pendukung dapat mengundang satu atau beberapa anggota Dewan Penasehat untuk menjadi Tim Pakar untuk kegiatan spesifik. Dapat juga diundang ahli lain yang dipandang perlu dari luar Dewan Penasehat.
Dewan Penyantun bertugas mengembangkan sistem pendanaan pelestarian. Kriteria dan prosedur pemilihan Dewan Penyantun akan ditetapkan dalam AD yang disetujui Kongres
Organisasi anggota BPPI bersifat otonom. Peran BPPI adalah memfasilitasi dan membantu anggotanya. Bantuan dapat berupa informasi, bantuan teknis, atau bantuan keuangan dimana mungkin. BPPI membantu membangun dukungan/dorongan nasional untuk penyelesaian masalah krusial di daerah. BPPI membantu anggotanya dalam berkomunikasi dengan lembaga nasional dan internasional.
Dewan Pimpinan BPPI
- Dr. Laretna Adishakti, arsitek, Ketua Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia
- Prof. Mundardjito, Arkeolog, gurubesar jurusan Arkeologi, Universitas Indonesia
- Prof. Sardono W Kusumo, Rektor Institut Kesenian Jakarta
- Prof. Paulus Wirutomo, Direktur Program Pasca Sarjana Ilmu Sosial, Universitas Indonesia
- Bapak Nono Anwar Makarim, ahli hukum senior.
- Dr. Felia Salim, ahli ekonomi/perbankan
- Ibu Pia Alisyahbana, media, sesepuh Femina Group
- Bapak Sudarmaji Damais, ahli permuseuman
- Bapak Bondan Winarno, ahli komunikasi, Ketua ”Jalan Sutra” Culinary Heritage Society
- Drs. Nunus Supardi, arkeolog, budayawan.
- Ir. Yuswadi Salya M.Arch, arsitek, sesepuh Lembaga Sejarah Arsitektur Indonesia
- Ir. Marco Kusumawijaya MSc, arsitek, ahli perkotaan
- Ir. Suhadi Hadiwinoto, arsitek.
Badan Pelaksana
- Direktur Eksekutip : Ir. Suhadi Hadiwinoto
- Sekretaris Umum : Ir. Catrini Pratihari MSc
- Bendahara : Dr. Ir. Naniek Widayati
- Manajer, Pelstarian Alam : Dr. Ir. Ning Purnomohadi MS
- Manager, Pelestarian Tangible Culture : Ir. Bambang Eryudawan MSi.
- Manager, Pelestarian Intangible Culture : Restu Imansari, penari
- Manager, Pemberdayaan : Ir. Bambang Susetiarto MSi.
- Manager, Sistem Informasi : Drs. Tantyo Bangun MSi.
- Tim Teknis: Hasan Halim, Aditya Fitrianto, Nirwono Yoga, Ade Christina, Devina, Nadia, Ria, Ella Ubaidi, Rini, Andre Rusdi, David, Ervin, Putro, Woro
Dewan Penasehat BPPI
- Ir. Erna Witular MSc, hubungan internasional, dan lembaga swadaya masyarakat
- Ibu Frances Afandi, anthropolog, Ketua ICOMOS Indonesia
- Prof. Edi Sediawati, arkeolog, gurubesar University of Indonesia
- Prof. Uka Tjandrasasmita, arkeolog, gurubesar Universitas Pakuan
- Prof. Habib Mustopo, arkeolog, gurubesar Universitas Negeri Malang
- Prof. Sri Edi Swasono, ekonom, Bappenas
- Prof. Gunawan Tjahjono, arsitek, gurubesar Universitas Indonesia
- Prof Johan Silas, arsitek, gurubesar Institut Teknologi Surabaya
- Prof. Sandi Siregar, arsitek, gurubesar Univeritas Parahyangan
- Prof. Supanggah, musikolog, Institut Seni Indonesia, Solo
- Drs Hari Untoro Dradjat MA, arkeolog, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata
- Ir. Myra Gunawan MSc, ahli pariwisata, Kementerian Kebudayan dan Pariwisata
- Dr. Meutia Swasono, antropolog, Kementrian Pengembangan Peran Wanita
- Dr. Jo Santoso, ahli perkotaan, dosen Universitas Tarumanegara
- Dr. Jusna M. Amin, ahli arsitektur lansekap, Universitas Trisakti
- Dr. Bakti Setiawan, ahli lingkungan hidup, dosen Universitas Gajahmada
- Dr. Eko Alvares, arsitek, dosen Universitas Bung Hatta.
- Dr. Wicaksono Sarosa, ahli perkotaan, Urban and Reginal Development Institute
- Dr. Daud Tanudirjo, arkeolog, Universitas Gajahmada
- Dr. Djauhari Sumintareja, arkeolog, Pusat Dokumentasi Arsitektur
- Dr. Widjaja Marokusumo, arsitek, dosen di Institut Teknologi Bandung
- Dr. Dwi Sulistyawati, peneliti di LIPI
- Drs. Setianto P. Santosa MBA, ahli manajemen
- Ir. Han Awal, arsitek, pendiri Pusat Dokumentasi Arsitektur
- Drs. Hans Kartikahadi, akuntan senior
- Dipl Arch Budi Lim, konsultan, ahli pelestarian
- Ir. Budi Sukada MSi, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia
- Ir. Tuti Purwani MSi, Ketua Persatuan Sarjana Arsitektur Indonesia
- Ir. Harastuti MSi, arsitek, dosen Universitas Parahyangan
- Ir. Meta Sekar Pujiastuti MSi, arsitek, dosen di Universitas Hasanuddin
- Ir. Popo Danes, MSi, arsitek, ahli arsitektur tradisional Bali
- Ir. Rai Pratadaya, arsitek, ahli perkotaan
- Ir. Sri Hadiarti MSi, arsitek, Departemen Pekerjaan Umum
- Ir. Sugeng Gunadi MLA, ahli arsitektur lansekap, dosen ITS
- Ir. Suhardi MSi, arsitek, ketua Badan Warisan Sumatera
- Bapak Eka Budianta, penulis, budayawan
- Ibu. Suliantoro, pembina industri kerajinan
- Ibu Lucia Dhamayanti, Perpustakaan Nasional
- Drs. Suwati Kartiwa MSc, ahli permuseuman
- Ir. Titi Handayani, M.Arch, dosen Universitas Gajahmada
- Ir. Dwira Rahmi Hadi M.Arch, dosen Universitas Gajahmada
- Bapak Husni SH, ahli hukum di Yogya
- Bapak. Tjokorda Raka Kerthyasa, ahli tradisi Bali.
- Ir. Wahyuningsih Herbowo Msi, arsitek, Universitas Indonesia
- Ir. Adhimursid, arsitek, sesepuh Ikatan Arsitek Indonesia
- Ir. Aria Abieta Msi, arsitek, dosen Universitas Tarumanegara
- Drs IGN Anom, arkeolog, mantan Dirjen Kebudayaan
- Drs. Yunus Satrio MHum, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata
- Drs. Hardini Sumono, arkeolog, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata
- Drs. Prio, arkeolog, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
- Drs. Dewi Tunjung MHum, arkeolog, Kantor Suaka Purbakala, Jawa Tengah
- Ir.Hengki Hermantoro MSi, ahli pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata
- Ir. Haryo Sasongko MUP, ahli perkotaan, Departemen Dalam Negeri
- Ir. Susongko Sigit, Kementerian Lingkungan Hidup
- Ir, Pingki Pangestu MTCP, ahli perkotaan, URDI.
- Timotichin Kwanda BSc. MRP, arsitek, dosen Universitas Petra, Surabaya
- Drs. Hasti Tarekat Msi, sosiolog, Badan Warisan Sumatra
- Ir. Kastawan MSc, arsitek, Lembaga Pelestarian Warisan Budaya Bali
- Ir. Ruchyat Tjakrawiralaksana, arsitek, konsultan
- Ir. Nurrochman Sidarta, arsitek, konsultan
- Ir. Nirwono Yoga, ahli arsitektur lansekap, dosen Universitas Trisakti
- Ibu. Ully Sigar Rusady, pembina gerakan pelestarian lingkungan hidup.
- Ir. Tjatur Kukuh, Dewan Kesenian Lombok
Penetapan Majelis Pelestarian dan Dewan Penyantun
Pengangkatan anggota Majelis Pelestarian dan Dewan Penyantun akan menunggu ditetapkannya kriteria dan proses pemilihan anggota Majelis Pelestarian dengan persetujuan Dewan Pimpinan dan Dewan Penasehat.
Alamat
Badan Pelestarian Pusaka Indonesia
Jalan Setiabudi Barat no. 8, Jakarta 12910
Phone/fax: 021-819 2561 or 0812 901 7290
Komunikasi e-mail dapat dilakukan melalui bppi@indonesiapusaka.org atau diditsuhadi@yahoo.com